Teori Humanistik
2.1
Pengertian Teori Humanistik
Teori Belajar Humanistik
adalah suatu teori dalam pembelajaran yang membahas tentang bagaimana
memanusiakan manusia. Tujuan utamanya adalah membantu peserta didik
mengembangkan potensi dirinya yaitu membantu masing-masing individu untuk
mengenal diri mereka sendiri. Peserta didik dalam proses belajarnya harus
berusaha agar lambat laun ia mampu mencapai aktualisasi diri dengan
sebaik-baiknya. Teori ini berusaha memahami perilaku belajar dari sudut pandang
pelakunya, bukan dari sudut pandang pengamatnya (Uno, 2006:13). Belajar akan
dianggap berhasil jika peserta didik sudah berhasil memahami dirinya sendiri
dan lingkungan disekitarnya. Menurut Saam (2010:60) menyatakan bahwa Teori
Humanistik bahwa tingkah laku manusia ditentukan oleh bagaimana cara ia
memandang diri dan dunia sekitarnya serta ditentukan dalam diri sendiri.
Dalam teori
belajar humanistik, proses belajar harus dimulai dan berakhir pada manusia itu
sendiri. Pada kenyataannya, teori ini banyak berbicara tentang pendidikan dan
proses belajar dalam bentuk yang paling ideal. Artinya, teori ini lebih condong
pada ide belajar yang bentuknya apa adanya, seperti apa yang bisa kita amati
dalam dunia keseharian. Pembelajaran berdasarkan teori humanistik ini cocok
untuk diterapkan pada materi-materi pembelajaran yang sifatnya membentuk
kepribadian, hati nurani, membawa perubahan sikap, serta analisis terhadap fenomena
sosial.
Pembelajaran dengan menggunakan teori
belajar humanistik peserta didik cenderung mandiri dan bebas memilih gerak
dalam belajar. Mengapa demikian? Karena peserta didik diarahkan untuk dapat
berpikir induktif, belajar dari pengalaman, dan peserta didik harus aktif
didalam proses pembelajaran. Peserta didik juga diharapkan untuk belajar
individual dengan cara berdiskusi atau bekelompok. Sedangkan pendidik hanya
sebagai fasilitator, membimbing dan menyediakan kebutuhan yang dibutuhkan oleh peserta
didik dalam proses pembelajaran. Pendidik juga mengamati setiap proses belajar
yang dilalui oleh murid dengan membuat catatan individual. Maka dari itu,
pembelajaran dengan teori belajar humanistik ini baik untuk peserta didik
karena dapat membuat peserta didik menemukan bakat minat tertentu serta
mengeksplor pelajaran dan dapat mengusulkan topik-topik pelajaran tersebut.
Adapun beberapa pendapat
para tokoh terkenal mengenai pengertian teori humanistik, antara lain :
1.
Menurut
Arthur Combs menyatakan bahwa belajar terjadi jika mempunyai arti bagi individu
dan para pendidik tidak bisa memaksakan materi yang tidak dikuasai atau tidak
relevan dengan kehidupan mereka.
2.
Menurut
Abraham Maslow, individu berperilaku dalam upaya untuk memenuhi kebutuhan yang bersifat
hierarkis. Setiap individu mempunyai berbagai perasaan takut seperti rasa takut untuk
berkembang, takut untuk mengambil keputusan, takut membahayakan apa yang sudah ia miliki.
Individu juga memiliki dorongan untuk lebih maju kearah
keutuhan, keunikan diri, berfungsinya semua kemampuan, kepercayaan diri menghadapi
dunia luar dan pada saat itu juga ia dapat menerima diri sendiri.
3.
Rogers berpendapat bahwa
setiap manusia memiliki kecenderungan untuk mencapai kesempurnaan hidup,
membentuk konsep hidup yang unik, dan tingkah lakunya selaras dengan konsep
kehidupan yang dimilikinya. Menurut Rogers, pembelajaran terjadi melalui
fenomena hidup atau pengalaman yang dialami setiap orang.
2.2 Karakteristik
Teori Belajar Humanistik
Adapun karakteristik dari teori belajar humanistic adalah sebagai berikut :
a) Mementingkan manusia sebagai pribadi dan kebulatan pribadi yaitu memahami bahwa setiap manusia perlu menjadi diri yang utuh serta mengaktualisasikan dirinya.
b) Tujuan utama pendidik adalah membantu peserta didik mengembangkan dirinya (peserta didik itu sendiri) serta mampu mengenal dirinya dan potensi yang dimilikinya.
c) Mementingkan kemampuan peserta didik untuk menentukan bentuk tingkah laku sendiri yang bersifat positif.
d) Mengutamakan terjadinya aktualisasi diri (proses menjadi diri sendiri, kebutuhan naluriah untuk melakukan yang terbaik untuk hidupnya) dan self concept (mengenal diri).
e) Mementingkan persepsual subjektif (pikiran mengenai dirinya sendiri) yang dimiliki tiap individu.
f) Dalam proses belajar peserta didik harus berusaha mencapai aktualisasi diri sebaik-baiknya.
g) Belajar dianggap berhasil jika peserta didik memahami lingkungan dan dirinya sendiri.
h) Mengutamakan insight (pengetahuan/pemahaman) terhadap apa yang dipelajarinya.
i) Memahami perilaku dari sudut pandang pelakunya bukan pengamatnya.
j) Mementingkan peranan kognitif (pengetahuan) dan afektif (sikap).
k) Menekankan pentingnya emosi dan perasaan.
l) Menekankan pada perkembangan positif
2.3 Faktor
yang Mempengaruhi Teori Humanistik
1.
Keterbatasan
fisiologi
Kondisi
fisiologi yang baik merupakan faktor pertama dan utama peserta didik dalam
usaha berinteraksi dan mengeksplorasi lingkungan dan alam sekitarnya. Kondisi
fisiologi utama bagi peserta didik adalah kesehatan, karena hal ini sangat
penting bagi perkembangan dan pertumbuhan fisik serta perkembangan emosional
anak.
2.
Terbatasnya kesempatan
Pengembangan
potensi yang dimiliki anak akan berkembang lebih aktif dan baik bila kesempatan
diberikan secara luas untuk menggunakan potensinya. Potensi yang dimiliki
peserta didik akan berkembang dengan baik bila diberi stimulus dari
lingkungannya dan mereka menggunakannya sesuai tahap perkembangan peserta
didik.
3.
Konsep
Diri
Peserta
didik yang memiliki konsep diri positif akan menerima dirinya seperti apa
adanya, ia mempunyai harapan yang realistis dan mampu mengevaluasi dirinya
secara positif. Anak berusaha semampu mungkin mencapai cita-cita sesuai dengan
kemampuannya dan mempunyai pendekatan yang baik terhadap kehidupan sehingga
dapat menambah pengalaman hidupnya. Sedangkan peserta didik yang mempunyai
konsep diri negatif akan menumbuhkan pandangan negatif pula terhadap dirinya.
Dalam kondisi seperti ini akan membuat anak kurang realistis dan tidak stabil,
tidak teratur serta tidak memiliki keutuhan diri.
4.
Tantangan
dan ancaman
Kondisi ini akan membatasi persepsi anak
tentang lingkungannya. Hal ini mengarahkan kemampuannya untuk mempertahankan
posisi ketika menghadapi suatu ancaman. Pada dasarnya anak didik akan merasakan
hadirnya suatu tantangan bila dihadapkan pada suatu masalah yang menarik dan
memiliki kesempatan untuk meraih kesuksesan. Dan ancaman akan timbul bila anak
merasa tidak mampu menangani suati permasalahan yang dihadapinya.
2.4 Aplikasi
Teori Belajar Humanistik terhadap Pembelajaran
Peserta Didik
dalam pembelajaran yang humanistik ditempatkan sebagai pusat (central) dalam
aktifitas belajar. Peserta didik menjadi pelaku dalam memaknai pengalaman
belajarnya sendiri. Dengan demikian, peserta didik diharapkan mampu menemukan
potensinya dan mengembangkan potensi tersebut secara memaksimal. Peserta didik
bebas berekspresi cara-cara belajarnya sendiri. Peserta didik menjadi aktif dan
tidak sekedar menerima informasi yang disampaikan oleh pendidik.
Bentuk aplikasi
humanistik dalam pembelajaran berisi bagaimana cara berupaya menggabungkan
keterampilan dan informasi kognitif, dengan segi-segi efektif, nilai-nilai dan
prilaku antar pribadi. Beberapa aplikasi teori belajar terhadap pembelajaran
1.
Confluent
Education Cooperative Learning
Confluent Education Cooperative Learning
adalah pendidikan yang memadukan atau mempertemukan pengalaman-pengalaman
afektif dengan belajar kognitif di dalam kelas. Hal ini merupakan cara yang
bagus sekali untuk melibatkan para peserta didik secara pribadi di dalam bahan
pelajaran. Melalui itu, peserta didik-peserta didik tidak hanya diharapkan
memahami isi bacaan tersebut dengan baik tetapi juga memperoleh kesadaran antar
pribadi yang lebih baik dengan jalan membahas pengertian-pengertian mereka
sendiri.
2.
Open
Education
Open Education atau proses pendidikan
terbuka adalah proses pendidikan yang memberikan kesempatan kepada murid untuk
bergerak secara bebas disekitar kelas dan memilih aktivitas belajar mereka
sendiri. Peseta didik diberi kemudahan dan kebebasan belajar dengan cara
tidak dilarang berbicara dan tidak ada pengelompokkan atas dasar tingkat
kecerdasan. Selain itu, peserta didik diajak untuk mendiagnosa peristiwa
belajar seperti memeriksa pekerjaan mereka sendiri, pendidik mengamati, dan
mengajukan pertanyaan-pertanyaan.
3.
Cooperative
Learning
belajar
kooperatif merupakan fondasi yang baik untuk menigkatkan dorongan berprestasi peserta
didik. Peserta didik bekerja dalam tim-tim belajar yang kecil (4-6 orang
anggota), komposisi ini tetap selama berminggu-minggu. Peserta didik didorong
untuk saling membantu dalam mempelajari bahan yang bersifat akademik atau dalam
melakukan tugas kelompok. Peserta didik diberi imbalan atau hadiah atas dasar
prestasi kelompok.
4.
Independent
Learning
Independent Learning atau pembelajaran mandiri adalah
proses belajar yang menuntut murid menjadi subyek yang dapat merancang,
mengatur, menontrol kegiatan mereka sendiri secara bertanggung jawab. Proses
ini tidak bergantung pada subyek maupun metode instruksional, melainkan kepada
siapa yang belajar yaitu murid, mencakup siapa yang memutuskan tentang apa yang
akan dipelajari siapa yang harus mempelajari suatu hal.
2.5 Kelebihan
dan Kelemahan Teori Humanistik
·
Kelebihan
1.
Mengedepankan
demokratis, partisipatif dialogis, dan humanis.
Kelebihan pertama adalah prinsipnya yang selalu
mengedepankan sifat sifat dan aturan yang berakitan dengan demokratis,
partisipasif dialogis, dan humanis sehingga sangat mengesankan menghargai
seseorang dengan baik.
2.
Suasana
yang saling menghargai
Kelebihan selanjutnya dari teori pembelajaran
humanistik adalah dapat membuat suasana jadi semakin menghargai satu sama lain,
Munculnya kebebasan untuk berpendapat tanpa dibatasi, dan kebebasan
mengungkapkan batasan. Dengan begitu maka peserta didik dapat menjadi lebih
kreatif.
3.
Peran
aktif peserta didik
Teori humanis seperti yang disebutkan sebelumnya dapat
menjadikan pembelajaran lebih mendapatkan peran aktif dari peserta didik.
Selain peran aktif, antar individu juga dapat hidup bersama meskipun memiliki
berbagai macam pertimbangan masing masing yang memicu perbedaan.
4.
Peserta
didik dengan sendirinya akan termotivasi dan merasa senang dalam belajar
5.
Peserta
didik akan memiliki mental yang kuat dan berkarakter
6.
Peserta
didik dalam jangka panjang bisa meraih potensi diri dengan baik
7.
Pemahaman
yang kurang jelas dapat menghambat pembelajaran karena pengajar biasanya tidak memberikan informasi yang
lengkap sehingga peserta didik yang kurang referensi akan kesulitan belajar
·
Kekurangan
1.
Pengujian
yang tidak mudah
Kekurangan
yang pertama dalam teori belajar humanistik adalah pengujiannya yang dirasa tidak mudah atau
dapat dikatakan cukup sulit. Bahkan kerap kali ditemukan kecurangan kecurangan
yang menjadi sebuah tradisi.
2.
Beberapa
konsepnya masih buram dan subjektif
Hal lainnya yang juga menjadi salah satu kekurangan
dari teori humanistik adalah adanya beberapa konsep yang masih dikatakan buram
dan subjektif karena pendidik tidak dapat memberikan informasi yang jelas.
Konsep yang masih buram tersebut dapat menjadi penghambat pembelajaran.
3.
Kreatifitas
yang sering disalahgunakan
Kelemahan lain dari teori humanistik atau kreatifitas
yang semakin bebas dan tanpa batas, kerap kali sering disalahgunakan untuk
tujuan yang tidak sesuai dengan arah pendidikan. Kondisi ini terjadi
ketika ada individu yang tidak bertanggung jawab ditengah tengah kelompok.
4.
Bagi
peserta didik yang memiliki kecenderungan pasif dan kurang inisiatif dalam
belajar akan tertinggal dalam pembelajaran
5.
Faktor
dari kesuksesan pembelajaran lebih berpengaruh atas tindakan peserta didik
sendiri
6.
Fungsi
pengajar dalam pertumbuhan karakter peserta didik akan semakin berkurang
Comments
Post a Comment